Sunday, July 25, 2010

Hak dan kewajipan suami isteri

Berikut garis besar hak dan kewajipan suami isteri dalam Islam yang di nukil dari buku “Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-hari Lengkap” karangan H.A. Abdurrahman Ahmad.



Hak Bersama Suami Istri


- Suami istri, hendaknya saling menumbuhkan suasana mawaddah dan rahmah. (Ar-Rum: 21)
- Hendaknya saling mempercayai dan memahami sifat masing-masing pasangannya. (An-Nisa’: 19 - Al-Hujuraat: 10)
- Hendaknya menghiasi dengan pergaulan yang harmonis. (An-Nisa’: 19)
- Hendaknya saling menasehati dalam kebaikan. (Muttafaqun Alaih)

Suami isteri memang saling perlu memahami. Tak wajar kalau hanya di sebelah pihak sahaja yang memahami pihak yang lagi satu. Kerjasama & tolak ansur sangat penting dalam melayari hidup berumahtangga. Masing-masing ada tanggungjawab yang perlu dilaksanakan. Tugas menasihati bukan hanya pada suami sahaja, isteri juga boleh memainkan peranan yang sama untuk saling mengingati supaya tidak tersasar ke jalan yang salah.

Adab Suami Kepada Istri .


- Suami hendaknya menyadari bahwa istri adalah suatu ujian dalam menjalankan agama. (At-aubah: 24)

- Seorang istri bisa menjadi musuh bagi suami dalam mentaati Allah dan Rasul-Nya. (At-Taghabun: 14)

- Hendaknya senantiasa berdo’a kepada Allah meminta istri yang sholehah. (AI-Furqan: 74)

- Diantara kewajiban suami terhadap istri, ialah: Membayar mahar, Memberi nafkah (makan, pakaian, tempat tinggal), Menggaulinya dengan baik, Berlaku adil jika beristri lebih dari satu. (AI-Ghazali)

- Jika istri berbuat ‘Nusyuz’, maka dianjurkan melakukan tindakan berikut ini secara berurutan: (a) Memberi nasehat, (b) Pisah kamar, (c) Memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan. (An-Nisa’: 34) … ‘Nusyuz’ adalah: Kedurhakaan istri kepada suami dalam hal ketaatan kepada Allah.

- Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah, yang paling baik akhlaknya dan paling ramah terhadap istrinya/keluarganya. (Tirmudzi)


- Suami tidak boleh kikir dalam menafkahkan hartanya untuk istri dan anaknya.(Ath-Thalaq: 7)


- Suami dilarang berlaku kasar terhadap istrinya. (Tirmidzi)


- Hendaklah jangan selalu mentaati istri dalam kehidupan rumah tangga. Sebaiknya terkadang menyelisihi mereka. Dalam menyelisihi mereka, ada keberkahan. (Baihaqi, Umar bin Khattab ra., Hasan Bashri)


- Suami hendaknya bersabar dalam menghadapi sikap buruk istrinya. (Abu Ya’la)


- Suami wajib menggauli istrinya dengan cara yang baik. Dengan penuh kasih sayang, tanpa kasar dan zhalim. (An-Nisa’: 19)


- Suami wajib memberi makan istrinya apa yang ia makan, memberinya pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menghinanya, dan tidak berpisah ranjang kecuali dalam rumah sendiri. (Abu Dawud).
Antara tanggungjawab yang wajib suami beri pada isteri. Memberi makan apa yang dia makan. Setuju sangat. Tidak menghina isteri dengan perkataan2 yang tidak sepatutnya juga adalah di bawah tanggungjawab suami. Didiklah dengan cara berhemah bukan menghina & meninggi suara.
 - Suami wajib selalu memberikan pengertian, bimbingan agama kepada istrinya, dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. (AI-Ahzab: 34, At-Tahrim : 6, Muttafaqun Alaih)



- Suami wajib mengajarkan istrinya ilmu-ilmu yang berkaitan dengan wanita (hukum-hukum haidh, istihadhah, dll.). (AI-Ghazali)
Suami punya tanggungjawab yang besar dalam mendidik isteri dalam hal-hal agama. Itulah peranan seorang ketua keluarga, jadi tunjukkanlah contoh yang baik kepada isteri & anak2. Janganlah tunjuk yang tak baik pulak.


- Suami wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap istri. (An-Nisa’: 3)


- Suami tidak boleh membuka aib istri kepada siapapun. (Nasa’i)
Ramai yang ingat hanya isteri sahaja perlu menutup keburukan suami di hadapan sesiapa sahaja. Suami juga perlu lakukan hal yang sama. Tidak wajar membuka aib isteri di hadapan sesiapa pun jua tak kira kawan baik @ ahli keluarga dengan apa niat sekalipun. Hormatlah maruah dan harga diri isteri juga. Mereka punya perasaan dan hati.


- Apabila istri tidak mentaati suami (durhaka kepada suami), maka suami wajib mendidiknya dan membawanya kepada ketaatan, walaupun secara paksa. (AIGhazali)


- Jika suami hendak meninggal dunia, maka dianjurkan berwasiat terlebih dahulu kepada istrinya. (AI-Baqarah: ?40)






Adab Isteri Kepada Suami


- Hendaknya istri menyadari dan menerima dengan ikhlas bahwa kaum laki-Iaki adalah pemimpin kaum wanita. (An-Nisa’: 34)


- Hendaknya istri menyadari bahwa hak (kedudukan) suami setingkat lebih tinggi daripada istri. (Al-Baqarah: 228)


- Istri wajib mentaati suaminya selama bukan kemaksiatan. (An-Nisa’: 39)


- Diantara kewajiban istri terhadap suaminya, ialah:


a. Menyerahkan dirinya,


b. Mentaati suami,


c. Tidak keluar rumah, kecuali dengan ijinnya,


d. Tinggal di tempat kediaman yang disediakan suami


e. Menggauli suami dengan baik. (Al-Ghazali)


- Istri hendaknya selalu memenuhi hajat biologis suaminya, walaupun sedang dalam kesibukan. (Nasa’ i, Muttafaqun Alaih)


- Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur untuk menggaulinya, lalu sang istri menolaknya, maka penduduk langit akan melaknatnya sehingga suami meridhainya. (Muslim)


- Istri hendaknya mendahulukan hak suami atas orang tuanya. Allah swt. mengampuni dosa-dosa seorang Istri yang mendahulukan hak suaminya daripada hak orang tuanya. (Tirmidzi)
Once dah jadi isteri, perlu mendahulukan suami berbanding ibu bapa.


- Yang sangat penting bagi istri adalah ridha suami. Istri yang meninggal dunia dalam keridhaan suaminya akan masuk surga. (Ibnu Majah, TIrmidzi)


- Kepentingan istri mentaati suaminya, telah disabdakan oleh Nabi saw.: “Seandainya dibolehkan sujud sesama manusia, maka aku akan perintahkan istri bersujud kepada suaminya. .. (Timidzi)


- Istri wajib menjaga harta suaminya dengan sebaik-baiknya. (Thabrani)


- Istri hendaknya senantiasa membuat dirinya selalu menarik di hadapan suami(Thabrani)


- Istri wajib menjaga kehormatan suaminya baik di hadapannya atau di belakangnya (saat suami tidak di rumah). (An-Nisa’: 34)
Kehormatan suami perlu dijaga dan masalah rumahtangga tak perlulah dicanang2 kepada sesiapa sahaja. Berbincanglah dengan baik.


- Ada empat cobaan berat dalam pernikahan, yaitu: (1) Banyak anak (2) Sedikit harta (3) Tetangga yang buruk (4) lstri yang berkhianat. (Hasan Al-Bashri)


- Wanita Mukmin hanya dibolehkan berkabung atas kematian suaminya selama empat bulan sepuluh hari. (Muttafaqun Alaih)


- Wanita dan laki-laki mukmin, wajib menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluannya. (An-Nur: 30-31)






Isteri Sholehah


- Apabila’ seorang istri, menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramddhan, memelihara kemaluannya, dan mentaati suaminya, niscaya Allah swt. akan memasukkannya ke dalam surga. (Ibnu Hibban)


- Istri sholehah itu lebih sering berada di dalam rumahnya, dan sangat jarang ke luar rumah. (Al-Ahzab : 33)


- Istri sebaiknya melaksanakan shalat lima waktu di dalam rumahnya. Sehingga terjaga dari fitnah. Shalatnya seorang wanita di rumahnya lebih utama daripada shalat di masjid, dan shalatnya wanita di kamarnya lebih utama daripada shalat di dalam rumahnya. (lbnu Hibban)


- Hendaknya menjadikan istri-istri Rasulullah saw. sebagai tauladan utama.


Catatan ini untuk renungan bersama. Saya juga bukanlah seorang isteri yang baik namun sedang berusaha ke arah itu. Saya tidak suka bercerita hal2 rumahtangga kepada sesiapa pun hatta kepada kawan baik @ keluarga. Dan saya rasa itu yang terbaik.
 
Hidup berumahtangga ni banyak cabarannya. Perlu saling memahami & bertolak ansur dalam banyak perkara. Hidup rumahtangga tak sama seperti hidup di zaman bujang. Perlulah utamakan keluarga, bukan kawan2. Tak salah jumpa kawan2 tapi ada had & batasnya.
 
Setiap kali ada masalah, tak perlulah melibatkan orang lain. Cubalah selesaikan dengan cara yang baik. Tak perlu nak tuding jari siapa yang salah siapa yang betul. Apatah lagi nak meninggi suara sesama sendiri. Dan paling tidak wajar, mengeluarkan kata2 yang kasar yang tak sedap didengar dan boleh melukakan hati & perasaan. Ini bukan isu yang remeh. Ini melibatkan hati & perasaan.
 
Saya tidaklah sempurna & saya juga masih di dalam proses perkayakan diri dengan ilmu2 untuk menjadi insan yang lebih baik. Masih belajar cara mengatasi keburukan & kelemahan diri sendiri. Walllahualam...

No comments: